Tingkatkan Kesejahteraan Petani Desa Jonggon Jaya Melalui Budidaya Jahe
Kepala Desa Jonggon Jaya M Kholil
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-
Dengan hadirnya rumah Produksi Bersama (RPB) jahe di Desa Jonggon Jaya,
Kecamatan Loa Kulu, membuat warga masyarakat setempat menaruh harapan besar
untuk agar kesejahteraan mereka meningkat. RPB ini peruntukannya untuk
menampung hasil pertanian jahe di Kukar.
Pemerintah Desa (Pemdes) Jonggon Jaya
mendukung adanya pabrik pengolahan jahe dan mendapat dukungan dari semua pihak
baik dari Pemkab Kukar dan Pemerintah Pusat.
Kepala Desa Jonggon Jaya M Kholil mengatakan RPB Ini tinggal nunggu diresmikan, hari ini juga petani di Jonggon mulai menanam jahe lagi. Ia mengungkapkan dulu itu dari Desa Jonggon Jaya bisa hasilkan sampai 15 ton per hari, dipasarkan ke Pasar Segiri dan pasar-pasar di Kaltim.
Kedepan rencananya koperasi yang mengelola
RPB ini akan membangun kerjasama dengan beberapa pihak. Bahkan sudah cek
lapangan dan diskusi sama kelompok tani. Dan masyarakat tani merespon baik.
Jahe di Jonggon ini berkembang, seiring waktu covid harga lumayan bagus
kemaren dan ini terjadi penurunan harga.
"Harapan kami Pemerintah Desa dan
masyarakat tani ada limit harga yang diatur oleh pemerintah baik itu Kabupaten/
Kota maupun kementerian langsung, limit harga jahe terendah." ungkapnya.
Lanjutnya, karena harga produksi jahe ini
tinggi kost nya, dan harga sempat turun sampai Rp 5 ribu per kg itu tidak
masuk, banyak yang merugi dan lumayan ruginya. Bahkan sampai tidak dipanen
karena kalau di panen nambah kerugian.
"Ini saya harap jadi pertimbangan
pemerintah untuk menerbitkan peraturan hukum untuk membuat limit harga. Karena
kasihan petani, semangat tinggi untuk mendukung kebutuhan pangan kita. Dan
petani mulai banyak yang nanam, Insyaallah nanti dari Pemkab lewat Dinas
Pertanian dan Peternakan ada rencana memberikan bantuan bibit jahe 10 ton jenis
jahe putih atau jahe gajah, itu kami berterimakasih kepada seluruh pihak yg
telah memberikan support." sebutnya.
Ia juga berharap
pemerintah pusat mengurangi impor jahe dari luar, karena di dalam negeri masih
sangat luar biasa. Kalau pemerintah juga mendukung pertanian dalam artian luas,
harusnya impor ini dibatasi. "Kendala kami untuk pengembangan yakni satu
sementara ini kami belum punya alsintan. Dan saat ini sudah kami ajukan,
khususnya traktor pengolahan lahan." pungkasnya.(adv/pk)